the great depression

Roosevelt bak juru selamat ketika The great depression melanda. Peristiwa mengenaskan itu  berawal ketika pasar modal Amerika Serikat anjlok pada kejadian Black Thursday dan Black Tuesday Oktober 1929.

Meskipun, penyebab anjloknya pasar saham Amerika Serikat (AS) pada 1929 masih misterius. Beberapa pihak tetap yakin penyebabnya adalah aksi senator dari Partai Republik Reed Smoot dan Willis C. Hawley yang mengajukan  tarif impor.

Smoot dan Hawley mengajukan pengenaan tarif impor dengan tujuan untuk mengatasi kelebihan produksi yang terjadi di AS sejak 1920 atau pasca perang dunia I.

Kelebihan produksi di AS terjadi setelah program elektrifikasi yang meningkatkan produksi industri dan distribusi logistik.

Program elektrifikasi itu mencakup perubahan penggunaan manual menjadi otomatis seperti, kudan keledai digantikan dengan mobil, truk, dan traktor. 

Data produksi industri AS periode 1928-1940

Lalu, 1/6 lahan pertanian yang biasanya digunakan untuk pakan kuda dan keledai, pada masa itu sudah bisa dimaksimalkan untuk produksi.

Alhasil, pasokan hasil produksi pun melebihi potensi permintaan yang ada.

Meskipun, produksi domestik meningkat drastis, tetapi AS tidak bisa lepas dari impor. 

Tarif itu diharapkan bisa menekan impor sehingga para pelaku industri maupun pertanian AS tidak perlu bersaing dengan produk dari negara lain. 

The Great Depression dan Kampanye Hebert Hoover

Nah, rencana Smoot dan Hawley mulus setelah ikut kampanye presiden AS Hebert Hoover pada 1928. Kala itu, Hoover berjanji akan membantu petani yang terkepung produk asing.

Salah satu caranya adalah meningkatkan tarif impor produk pertanian.

Hoover pun menang dan partai Republik mempertahankan posisi mayoritasnya di parlemen. Hal itu kian mempermudah Smoot dan Hawley untuk memperjuangkan idenya.

Hoover selaku presiden yang baru langsung meminta kenaikan tarif untuk barang impor pertanian dan barang industri.

BACA JUGA : Euforia Ekonomi Sebelum The Great Depression

Parlemen pun mengesahkan rancangan undang-undangnya pada Mei 1929. Sebanyak 264 senator mendukung rancangan tersebut.

Setelah menjadi undang-undang, ada petisi yang ditandatangani oleh 1.028 ekonom AS berisi permintaan Presiden Hoover untuk melakukan hak veto atas penerbitan undang-undang tersebut.

Indikator Ekonomi AS periode 1929-1940

Bahkan, mereka menyebutkan undang-undang itu adalah kebodohan ekonomi AS. Kepala Eksekutif JP morgan sampai hampir berlutut pada Hoover agar segera melakukan veto kepada kebijakan tarif Hawley-Smoot tersebut.

Hoover mengakui, dia menentang rancangan undang-undang itu karena tarif yang diberikan terlalu kejam dan tinggi. Hal itu juga merusak komitmen yang dijanjikan pada kerja sama internasional tersebut.

Meskipun begitu, pengaruh mayoritas partainya serta pelaku industri domestik telah mendorong agar rancangan undang-undang itu disahkan.

Hasilnya, beberapa negara seperti, Kanada, memberikan kebijakan balasan seperti, menaikkan tarif impor mereka kepada AS.