pembagian dividen

Pembagian dividen akan dilakukan emiten sebentar lagi. Nah, sebelum itu, kita lihat yuk perkembangan 5 harga saham emiten yang membagikan dividen terbesar sepanjang tahun lalu. Ada siapa saja ya kira-kira?

1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)

Emiten sektor batu bara itu secara total membagikan dividen senilai Rp3.260 per saham. Pembagian dividen itu terdiri dari dividen tahunan Rp1.840 per saham dan dividen interim Rp1.420 per saham.

Nah, dengan jumlah pembagian dividen itu, berapa sih yang akan kamu terima jika sudah membeli saham ITMG sebanyak 5 lot atau 500 lembar sejak awal tahun 2018?

Harga saham ITMG pada awal tahun berada sekitar Rp21.075 per saham. Untuk membeli 5 lot saham, berarti kamu membutuhkan dana sekitar Rp10,53 juta.

Nah, pendapatan kamu dari dividen sepanjang setahun itu berarti senilai Rp920.000 dari dividen tahunan dan Rp710.000 dari dividen interim. Berarti, total pendapatan kamu dari dividen senilai Rp1,63 juta atau mencapai 10% dari modal membeli saham.

Lalu, bagaimana pergerakan harga saham si emiten yang membagikan dividen terbesar nih?

Pada perdagangan Jumat (08/03), harga saham ITMG ditutup pada level Rp22.275 per saham. Dari data Bloomberg, price to earning ratio (PER) sebesar 6,6 kali, sedangkan dari data Google PER ITMG sebesar 6,61 kali.

Adapun, dari segi price to book value (PBV) rasio sebesar 1,73 kali. Artinya, harga saham ITMG masih tidak terlalu mahal jika melihat rasio PER dan PBV yang tidak terlalu tinggi.

Price to Earnings Ratio (PER) atau P/E Ratio adalah perbandingan antara harga saham emiten dengan kinerja laba bersihnya. Ini menjadi indikator fundamental melihat harga saham suatu emiten terlalu mahal ketimbang kinerjanya atau tidak

PENGERTIAN PRICE to EARNINGS RATIO

2. PT Merck Tbk. (MERK)

MERK menempati posisi kedua sebagai emiten yang memberikan dividen terbesar sepanjang tahun lalu.

Secara total, MERK membagikan dividen senilai Rp2.825 per saham. Total dividen itu terdiri dari dividen tahunan Rp260 per saham dan dividen interim senilai Rp2.565 per saham.

Nah, jika kamu membeli 5 lot saham MERK pada 2018 dengan harga 5 Januari 2018 senilai Rp8.450 per saham. Berarti, kamu harus menggelontorkan senilai Rp4,22 juta.

Price to Book Value (PBV) atau P/B Ratio adalah perbandingan harga saham emiten dengan nilai bukunya. Tujuannya, tingkat kewajaran posisi harga saham sebuah emiten tersebut.

PENGERTIAN PRICE to BOOK VALUE RATIO

Dari total modal itu, pendapatan dari dividen untuk periode 2018 senilai Rp1,4 juta yang terdiri, dividen tahunan senilai Rp130.000 dan dividen interim senilai Rp1,28 juta.

Jadi, total pendapatan dividen sebesar 33,37% dari modal awal.

Namun, ada kejadian di pembagian dividen MERK ini loh.

CEK FAKTA : Berikut kumpulan data informasi MERCK dari situs BEI

Jadi, MERK melakukan revisi pembagian dividen interim tersebut. Akhirnya, emiten itu dikenakan sanksi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

MERK revisi nilai dividen dari Rp3.260 per saham menjadi Rp2.565 per saham.

Di sisi lain, pasca pengumuman rencana dividen interim senilai Rp3.260 per saham, harga saham MERK sempat melejit.

Namun, pembagian dividen interim itu harus diperhatikan juga. MERK melakukan pembagian itu setelah menjual salah satu lini usahanya.

Kemudian, bagaimana prospek saham MERK?

Pada perdagangan Jumat (8/3/2019), harga saham MERK senilai Rp3.940 per saham.

Dari data Bloomberg, PER MERK sebesar 13,34 kali, sedangkan versi sebesar 13,36 kali.

Sementara itu, dari sisi PBV sebesar 1,03 kali. Dari sisi harga, MERK belum terlalu mahal. Namun, bagaimana dengan prospek fundamentalnya?

3. PT Gudang Garam Tbk. (GGRM)

Gudang Garam menempati posisi ketiga sebagai emiten pembagi dividen terbesar.

Secara total, emiten sektor rokok itu membagikan dividen senilai Rp2.600 per saham.

Nah, kalau kamu beli 5 lot alias 500 saham GGRM, berapa dividen yang akan kamu dapatkan?

Pada perdagangan 5 Januari 2018, harga saham GGRM berada pada level Rp84.775 per saham. Jadi, total yang kamu gelontorkan senilai Rp42,38 juta.

Lalu, total pendapatan dividen sepanjang 2018 adalah senilai Rp1,3 juta. Berarti keuntungan dari dividen itu setara 0,03% dari nilai modal yang dikeluarkan untuk investasi awal.

BACA JUGA : Ini Untung-rugi Investasi Saham Dibandingkan dengan Deposito dan Obligas Ritel Negara

Kemudian, bagaimana prospek saham GGRM tersebut?

Pada perdagangan Jumat (10/03), harga saham GGRM ditutup berada di level Rp90.000 per saham. PER versi Bloomberg berada di level 21,39 kali, sedangkan versi Google 22,33 kali.

Sementara itu, rasio PBV GGRM sebesar 4,03 kali.

4. PT United Tractors Tbk. (UNTR)

United Tractors menjadi emiten keempat yang membagikan dividen terbesar pada 2018. Anak usaha PT Astra International Tbk. itu membagikan dividen total senilai Rp976 per saham.

Dividen itu terdiri dari dividen tahunan senilai Rp611 per saham dan dividen interim Rp365 per saham.

Nah, berapa besar sih keuntungan yang didapatkan kalau membeli 5 lot saham UNTR? simak ulasan selanjutnya.

Harga saham UNTR pada 5 Januari 2018 senilai Rp35.425 per saham. Berarti, jika ingin membeli 5 lot membutuhkan modal Rp17,71 juta.

Dengan total kepemilikan 500 lembar saham, total dividen yang kamu terima senilai Rp488.000. Nilai itu 2,75% dari modal awal.

Lalu, bagaimana prospek harga saham UNTR?

Pada perdagangan Jumat (08/03/2019) harga saham UNTR ditutup pada level Rp26.100 per saham.

Adapun, PER UNTR versi Bloomberg sebesar 8,75 kali, sedangkan PER UNTR versi Google sebesar 8,75 kali.

Lalu, PBV UNTR senilai 1,7 kali. Mungkin masih cukup menarik untuk mengoleksi UNTR jika ada uang ‘nganggur’ cukup banyak.

5. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)

Pada posisi 5 pembagian dividen terbesar dilakukan oleh Unilever Indonesia. Emiten sektor consumer goods itu membagikan dividen senilai Rp915 per saham.

Dividen itu terdiri dari dividen tahunan Rp505 per saham dan dividen interim Rp410 per saham.

Nah, berapa besar keuntungan dari dividen UNVR itu ya?

Kalau kamu membeli 5 lot saham UNVR pada awal 2018 senilai Rp54.000 per saham. Berarti, kamu harus menggelontorkan dana senilai Rp27 juta.

Lalu, total pendapatan dividen yang kamu dapatkan pada 2018 senilai Rp457.500. Nilai itu setara 1,69% dari total modal investasi awal.

Kemudian, bagaimana sih gambaran saham Unilever?

Pada perdagangan Jumat (08/03/2019), harga saham UNVR berada di level Rp48.100 per saham.

Dengan harga saham itu, rasio PER UNVR sebesar 40,29 kali.

Lalu, PBV emiten consumer goods itu sebesar 48,42 kali. Ini berarti harga saham UNVR sudah terlampau mahal.