keuntungan gopay

Keuntungan Gopay, Ovo, dan Dana dinilai bukan berbentuk materi uang langsung melainkan berupa data. Namun, ternyata uang elektronik itu bisa dapat untung langsung berupa uang loh.

Dalam peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 20/6/PBI/2018 tentang uang elektronik disebutkan minimal 30% dana float uang elektronik milik bank kategori BUKU IV disimpan di kas, sedangan kategori bank nonBUKU IV dan nonbank disimpan di giro bank BUKU IV.

Dana float adalah seluruh nilai uang elektornik yang berada pada penerbit atas hasil penerbitan uang elektronik atau isi ulang. Dana float masih merupakan kewajiban penerbit kepada pengguna dan penyedia barang atau jasa.

Secara umum, dana float adalah dana yang tidak digunakan oleh konsumen pengguna uang elektronik.

“Bank BUKU IV adalah bank yang memiliki modal inti di atas Rp30 triliun. Bank ini bisa dibilang golongan bank besar. Saat ini ada 6 bank BUKU IV di Indonesia yakni, BRI, Bank Mandiri, BCA, BNI, Bank CIMB Niaga, dan Bank Panin.”

pengertian bank BUKU IV

Lalu, paling banyak 70% disimpan di surat berhaga negara (SBN) atau instrumen Bank Indonesia.

Persentase penempatan dana float wajib disesuaikan dengan jumlah rata-rata bulanan kebutuhan likuiditas untuk memenuhi kewajiban kepada pengguna dan penyedia barang atau jasa dalam 12 bulan terakhir.

Nah, dari penempatan dana float pada giro dan SBN itu para penyedia uang elektronik bisa mendapatkan sepercik keuntungan. Berapa besar keuntungannya?

Penyedia Jasa Uang Elektroni nonBank

Dalam data Bank Indonesia, jumlah dana float uang elektronik milik bank sampai Februari 2019 senilai Rp2,61 triliun, sedangkan uang elektronik nonbank senilai Rp1,79 triliun. Nilai itu dimiliki oleh 36 institusi keuangan.

Jika uang elektronik milik nonbank memiliki dana float Rp1,79 triliun. Berarti, sebesar 30% atau senilai Rp537,9 miliar disimpan di giro bank BUKU IV.

BACA JUGA : Berburu Cuan Dividen Jelang Cum Date

Besaran bunga giro bank BUKU IV rata-rata 2% per tahun. Artinya, dari 30% dana float itu, para penyedia uang elektronik nonbank bisa mendapatkan keuntungan senilai Rp10,75 miliar per tahun.

Lalu, keuntungan Gopay dkk juga datang dari dana float yang disimpan di SBN atau instrumen BI. 70% dana float uang elektronik nonbank yang bakal disimpan di SBN senilai Rp1,25 triliun.

Jika menilik kupon SBN dari SBR ritel yang sekitar 7,5% per tahun. Berarti, penyedia uang elektronik itu bisa mendapatkan keuntungan senilai Rp94,44 miliar.

Secara total, penyedia uang elektronik nonbank mendapatkan keuntungan sekitar Rp105,19 miliar per tahun.

Keuntungan Gopay Dkk, Ini Data Dana Float Uang Elektronik Milik Bank dan nonBank (Rp miliar)

Namun, dalam aturan BI itu disebutkan dana float hanya boleh digunakan untuk memenuhi kewajiban penyedia uang elektronik kepada pengguna dan penyedia barang jasa. Dana float dilarang digunakan untuk kepentingan lain.

Dalam keterangan aturan itu, dana float dilarang digunakan untuk dijaminkan kepada pihak lain untuk kebutuhan operasional pihak penyedia uang elektronik.

Di sini, mungkin saja keuntungan dana float itu digunakan untuk kebutuhan promo kepada konsumen. Jadi, keuntungan dana float benar-benar didekisaikan untuk konsumen.

Namun, jika keuntungan dana float yang ditempatkan di giro dan SBN itu bisa dikelola menjadi keuntungan penyedia uang elektronik. Tidak heran banyak perusahaan nonbank yang berburu masuk bisnis uang elektronik.