investasi sbr

Investasi SBR adalah surat utang negara yang dijual mulai dari Rp1 juta sampai Rp3 miliar. Skema keuntungannya menggunakan pembagian kupon setiap bulan.

Nah, harus investasi SBR sebanyak apa agar keuntungannya bisa setara dengan gaji, minimal upah minimum provinsi (UMP) deh?

Upah minimum provinsi (UMP) 2019 ditetapkan naik sebesar 8,03%. Tiga besar provinsi dengan UMP tertinggi yakni, DKI Jakarta Rp3,94 juta per bulan, Papua Rp3,12 juta per bulan, dan Sulawesi Utara Rp3,05 juta per bulan.

Namun, ada beberapa provinsi juga yang memiliki UMP di bawah Rp3 juta. Bahkan, ada yang di bawah Rp1 juta.

Dari perhitungan Channelekonomi, investor ritel minimal harus membeli sekitar Rp500 juta sampai Rp700 juta agar bisa mendapatkan hasil keuntungan setara UMP setiap bulannya.

BACA JUGA : Investasi SBR, Tips Agar Untung Walau Cuma Beli Rp1 Juta

Pada seri SBR005, pemerintah menetapkan kupon minimum sebesar 8,15% dengan skema floating. Jika, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya, tingkat kupon akan menyesuaikan naik, tetapi jika bank sentral menurunkan suku bunga, tingkat kupon akan turun sampai batas minimal.

Kalau kamu investasi SBR senilai Rp500 juta, maka keuntungan bersih setelah pajak senilai Rp2,88 juta per bulan. Nilai itu setara dengan UMP 2019 Papua Barat.

Secara total, kamu akan mendapatkan keuntungan bersih Rp69,27 juta selama dua tahun.

Jika kamu investasi SBR senilai Rp700 juta, maka keuntungan bersih setelah pajak senilai Rp4,04 juta per bulan. Nilai itu sudah lebih tinggi ketimbang UMP tertinggi di Indonesia senilai Rp3,94 juta.

Dengan investasi Rp700 juta, kamu akan mendapatkan keuntungan bersih selama dua tahun senilai Rp96,98 juta.

Strategi Agar Keuntungan SBR Setara Gaji

Jumlah uang agar mendapatkan keuntungan setara UMP per bulan memang sangat besar. Lalu, bagaimana cara mengumpulkannya? Apakah hal itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah kaya dari lahir?

Tenang saja, hal itu bisa dilakukan oleh siapapun, asal bersabar dan mau mengikuti proses.

Himpun Dana Awal Lewat Tabungan Berjangka

Kamu bisa menargetkan jangka waktu selama 3 tahun sampai 10 tahun untuk menabung sesuai dengan pendapatan utama per bulan, serta pengeluaran per bulan.

Misalnya, kamu memiliki gaji Rp4 juta dan pengeluaran Rp3 juta sehingga jumlah uang yang ditabung maksimal Rp1 juta. Kamu bisa sedikit lebih berhemat hingga bisa menambah jumlah uang yang ditabung menjadi Rp1,5 juta sampai Rp2 juta setiap bulannya.

Investasi SBR bisa setara gaji bulanan kalau mulai menabung terlebih dulu
Himpun dana awal untuk investasi SBR bisa dapat untung setara gaji

Nantinya, kamu bisa tempatkan uang Rp1,5 juta – Rp2 juta per bulan lewat tabungan berjangka bank selama setahun. Sampai akhir tahun, kamu akan memiliki dana Rp18 juta sampai Rp24 juta.

Simpan Hasil Tabungan Pertama di Deposito Bank

Setelah itu, kamu simpan dana simpanan tabungan berjangka setahun itu di deposito bank. Tujuannya, agar dana itu aman dari biaya administrasi bank dan risiko investasi seperti, di instrumen lainnya.

Soalnya, deposito bank ini dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan tidak ada potensi penurunan nilai simpanan. Kecuali, tiba-tiba bank sentral menerapkan kebijakan suku bunga negatif.

Mulai Investasi ke Instrumen Reksa dana

Pada tahun selanjutnya, kamu mulai masuk instrumen investasi reksa dana.

Reksa dana terbagi menjadi empat jenis yakni, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran.

Kami menyarankan, pada tahun kedua kamu investasi di reksa dana pasar uang dan reksa dana saham. Tujuannya, agar dari sisi risiko tetap terjaga.

pergerakan ihsg menggambarkan potensi keuntungan reksa dana saham

Jadi, kamu bisa menyimpan Rp500.000 per bulan di reksa dana pasar uang dan Rp1 juta per bulan sampai Rp1,5 juta per bulan di reksa dana saham.

Jika melihat situs Bareksa, produk reksa dana pasar uang per 18 Januari 2019 yang mencatatkan keuntungan terbesar setahun terakhir adalah Lancar Victoria Merkurius sebesar 6,21%.

Dengan penempatan Rp500.000 per bulan, kamu bisa mendapatkan potensi keuntungan Rp372.600 selama setahun. Jadi, total dana simpanan di akhir tahun menjadi Rp6,37 juta*.

Adapun, produk reksa dana saham dengan return tertinggi dalam setahun terakhir di Bareksa adalah Shinhan Equity Growth sebesar 28,82%

Dengan penempatan dana Rp1 juta sampai Rp1,5 juta, berarti kamu bisa mendapatkan potensi keuntungan Rp3,45 juta sampai Rp5,18 juta. Jadi, total uangmu di reksa dana saham bisa sekitar Rp15,45 juta sampai Rp23,18 juta.

Berarti, total uangmu yang terkumpul pada tahun kedua sebesar Rp21,83 juta sampai Rp29,56 juta.

Jika digabung dengan uang simpanan pada tahun pertama, berarti total simpanan saat ini sudah senilai Rp46,79 juta sampai Rp54,52 juta.

Investasi SBR Pada Tahun ke-10

Lalu, seberapa banyak uang yang bisa kamu kumpulkan sampai tahun kesepuluh?

Dengan asumsi tidak ada kenaikan gaji dan tingkat imbal hasil reksa dana menggunakan historis keuntungan 5 tahun kebelakang, serta suku bunga deposito stagnan. Kamu bisa menghimpun Rp299,18 juta sampai Rp399,21 juta.

Jika uang itu ditempatkan ke SBR dengan asumsi imbal hasil instrumen surat utang negara itu masih sama pada 10 tahun ke depan, berarti kamu bisa meraih keuntungan bulanan senilai Rp2,3 juta.

Pendapatan pasif Rp2,3 juta per bulan itu setara dengan UMP Sumatra Utara pada 2019 loh.

Memang 10 Tahun Lagi masih Ada SBR?

Pada tahun ini, pemerinitah merencanakan akan menerbitkan 10 surat utang ritel.

Rinciannya, SBR005 menjadi yang pertama diterbitkan pada Januari 2019. Lalu, Sukuk Tabungan seri ST003 bakal diterbitkan pada Februari 2019.

Pemerintah akan menerbitkan Sukuk Ritel seri SR011 pada Maret 2019. Lalu, pada April 2019, SBR006 bakal diterbitkan.

Kemudian, seri ST004 akan terbit pada Mei 2019. SBR007 diterbitkan pada Juli 2019, seri ST005 terbit pada Agustus 2019, SBR008 terbit pada September 2019, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dengan seri ORI-016 dirilis pada Oktober 2019, dan terakhir ST006 dirilis pada November 2019.

Pemerintah menerbitkan surat utang ritel itu bertujuan untuk meningkatkan jumlah investor individu domestik yang memegang surat utang negara. Selama ini, mayoritas surat utang negara dipegang oleh asing.

Selain itu, defisit anggaran dan proyek infrastruktur bisa jadi alasan pemerintah untuk terus menerbitkan surat utang ritel tersebut.

Nah, siap untuk mendapatkan pendapatan pasif bulanan setara gaji dengan surat utang negara ritel? yuk mulai himpun dana untuk hari tua.

*Simulasi dilakukan tanpa memperhitungkan potensi risiko ekonomi, inflasi, kurs rupiah, dan pasar modal. Kami melakukan perhitungan dengan membayangkan kondisi 10 tahun ke depan sama seperti ini. Simulasi imbal hasil reksa dana diambil dari data historis bukan proyeksi ke depan.