kpr subsidi

KPR subsidi menjadi solusi bagi yang berpenghasilan rendah untuk bisa memiliki rumah.

Soalnya, membeli rumah menjadi sesuatu yang mahal saat ini. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat muncul riset generasi milenial bakal menjadi gelandangan karena enggak punya rumah.

Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma, ada banyak jalan juga untuk memiliki rumah. Salah satunya adalah dengan kredit pemilikan rumah (KPR) skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Apalagi, pemerintah tengah berencana memberikan relaksasi untuk penerima KPR FLPP. Jadi, batas maksimal gaji calon penerima FLPP akan dinaikkan menjadi Rp8 juta dari sebelumnya RP4 juta.

Artinya, kalangan menengah yang memiliki gaji lumayan, tetapi belum memiliki fasilitas itu bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

BACA JUGA : Ini Dampak Suku Bunga Bank Indonesia terhadap Kehidupan Kita

Dikutip dari sejutarumah.id, lahirnya program KPR FLPP berhubungan erat dengan backlog kebutuhan dengan pasokan rumah yang mencapai 13,5 juta unit pada 2010. Untuk itu, pemerintah merasa perlu mengambil langkah untuk menekan selisih antara kebutuhan dan pasokan rumah tersebut.

Ide KPR subsidi skema FLPP ini muncul ketika era Suharso Monoarfa menjadi Menteri Perumahan pada 2009-2011.

Agus Martowardojo, Menteri Keuangan saat itu, pun menyambut baik ide Suharso tersebut.

Akhirnya, kedua menteri itu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 290/KMK.05/2010 pada 15 Juli 2010 tentang Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP) mengenai pembiayaan untuk program KPR FLPP tersebut.

Pemerintah mengucurkan dana Rp2,6 triliun untuk FLPP angkatan pertama. Dana itu diharapkan bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memiliki rumah.

Selain itu, KPR subsidi skema FLPP ini juga diharapkan bisa mendongkrak sektor properti.

Karakter Awal KPR Subsidi skema FLPP

KPR FLPP memiliki beberapa syarat agar penyalurannya tepat sasaran. Salah satunya, pendapatan atau upah maksimal senilai Rp4 juta per bulan.

Jika sudah memenuhi itu, masyarkaat bisa mendapatkan KPR subsidi dengan uang muka ringan dan bunga kredit tetap.

Lama waktu pinjaman KPR FLPP maksimal 20 tahun, sedangkan tingkat bunga kredit berbeda, tetapi sifatnya tetap.

Penentuan bunga kredit tergantung dari lokasi dan luas rumah. Untuk rumah tapak sekitar 8,15% 0 8,5%, sedangkan rumah susun 9,25%-9,95%.

Namun, kebijakan bunga kredit itu diubah. Jadi, semua bunga kredit untuk rumah tapak maupun susun dipukul rata sebesar 7,25%.

kpr subsidi
realisasi KPR subsidi FLPP 2010-2019

Pada 2015, program FLPP sempat dihentikan. Alasannya, pemerintah dalam tahap penyesuaian sistem karena ingin subsidinya disalurkan untuk rumah susun ketimbang tapak.

Kemudian, skema KPR subsidi FLPP pun mengalami perubahan pada 2016. Perubahan besar pada skema baru itu adalah uang muka KPR subsidi FLPP hanya 1% dengan bunga KPR 5% selama 20 tahun.

Syarat Mendapatkan fasilitas KPR subsidi FLPP

Ada lima syarat untuk bisa mendapatkan fasilitas KPR subsidi FLPP.

Pertama, kamu harus masyarakat berpenghasilan rendah. Awalnya, pemerintah menetapkan penghasilan rendah itu Rp4 juta per bulan.

Namun, pemerintah berencana merelaksasi agar batas maksimal penghasilan menjadi Rp8 juta per bulan.

Kedua, kamu belum pernah memiliki rumah alias baru mau membeli rumah pertama.

Hal ini untuk antisipasi penggunaan KPR subsidi FLPP digunakan untuk pembelian properti dengan tujuan investasi.

Ketiga, belum pernah menerima subsidi terkait perumahan. Beberapa jenis subsidi terkait perumahan adalah seperti, bantuan rusunami.

Keempat, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Syarat ini yang kerap memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan fasilitas KPR FLPP.

Pasalnya, masyarakat berpenghasilan rendah dengan kerja yang tidak tetap kemungkinan besar tidak memiliki NPWP.

Kelima, kamu harus menyerahkan fotokopi SPT Tahunan PPH atau surat pernyataan sejenis.

Tahapan untuk Mendapatkan Fasilitas KPR FLPP

Ada lima tahapan untuk bisa mendapatkan fasilitas KPR FLPP.

Pertama, kamu harus mencari informasi lokasi program sejuta rumah. Soalnya, hanya rumah yang termasuk program sejutar rumah yang bisa dibeli dengan program KPR subsidi tersebut.

Untuk mengetahui lokasi secara online, kamu bisa cari di Sejutarumah.id atau PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, selaku mitra resmi program tersebut.

Kedua, jika sudah menentukan lokasi, kamu harus survey langsung. Tujuannya adalah untuk melihat tingkat kecocokan antara kamu dengan kawasan rumah tersebut.

Ketiga, kamu menyerahkan dokumen persyaratan program KPR FLPP yang sudah dibahas sebelumnya.

Keempat, dokumenmu akan diurus oleh bank. Jika memenuhi syarat, kamu akan lanjut ke tahap selanjutnya.

Kelima, ini adalah tahapan akhir yang berarti 100% kamu sudah mendapatkan fasilitas KPR FLPP. Pada tahapan ini, kamu akan melakukan akad dengan bank untuk KPR skema FLPP tersebut.

Nah, jadi sekarang kamu sudah siap untuk membeli rumah?