Qlapa gulung tikar

Qlapa gulung tikar membuat dunia perusahaan rintisan tanah air. Belum menemukan model bisnis yang sesuai diprediksi menjadi salah satu faktor utamanya.

Dalam sebuah thread di Kaskus, banyak agan-agan yang menanggapi Qlapa gulung tikar.

Ada yang menyayangkan, tetapi ada juga yang justru memaklumi Qlapa gulung tikar.

Qlapa mengumumkan tutup layanan melalui situs dan media sosialnya.

“Hampir 4 tahun yang lalu, kami memulai Qlapa dengan misi memberdayakan perajin lokal,” tulisnya dalam kalimat perpisahan pada awal bulan ini.

Awalnya, Qlapa sempat mendapatkan penghargaan Hidden Gem dari Google Play dan perusahaan rintisan dengan pertumbuhan paling menjanjikan dari Forbes Asia.

Qlapa mengungkapkan, empat tahun beroperasi telah menyalurkan puluhan miliar rupiah hasil penjualan kepada para perajin.

Di sisi lain, salah satu media sosial portal berita ekonomi dan bisnis Bisnis.com menampilkan postingan tutupnya Qlapa.

Banyak warganet yang menyayangkan tutupnya marketplace para perajin tersebut. Tiba-tiba beberapa warganet me-mention Bekraf dan Triawan Munaf untuk ambil alih Qlapa.

Alasannya, komunitas sudah terbentuk dan berjalan.

Tiba-tiba, Triawan Munaf merespons dan mengaku sedang mencari solusinya. Namun, belum ada kabar hingga saat ini.

Qlapa Gulung Tikar dan Ini Investornya

Sepanjang perjalanan karirnya, Qlapa sempat mendapatkan pendanaan seri A yang dipimpin konsorsium Aavishkaar Frontier Fund. Namun, nilai investasinya tidak disebutkan.

AFF adalah ekstensi dari Aavishkaar, perusahaan investasi asal India. AFF fokus memberikan pendanaan kepada wirausaha negara berkembang di luar India seperti, Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh, dan Pakistan.

Sebelumnya, Qlapa juga sempat mendapatkan pendanaan tahap awal dari Global Founders Capital (GFC), Kapanlagi Networks, dan Angel Investor Budi Setiadharma.

BACA JUGA : Ini Cara Tokopedia dan Bukalapak Bisa Dapat Untung

Budi Setiadharma tercatat sebagai Presiden komisaris PT Astra International Tbk.

Ketika mendapatkan pendanaan seri A, Founder Qlapa Benny Fajarai mengaku bakal menggunakan dana untuk memaksimalkan strategi akuisisi pengguna, pengembangan produk, dan membangun tim.

Awalnya, Qlapa sempat mengaku cukup tertantang mengubah kebiasaan pembeli dan penjual untuk berbelanja kerajinan lewat online.

Beberapa warganet menilai barang-barang yang dijajakan Qlapa cukup menarik dan memiliki kualitas ekspor.

Lalu, ada juga yang menilai langkah Qlapa menyasar konsumen lokal kurang tepat. Pasalnya, peminat konsumen lokal terhadap barang buatan tangan tidak terlalu banyak karena harga yang mahal.

Seharusnya, Qlapa mengincar pasar luar negeri yang memiliki potensi pasar lebih besar.

Analisis Penyebab Qlapa Tutup

Namun, ada pula yang menganalisis penyebab Qlapa bisa tutup. Alasan utamanya adalah Qlapa terlalu ketat dalam membatasi gerak-gerik penjual dan pembeli.

Seharusnya, pada tahap awal dia lebih longgar seperti startup marketplace lainnya.

Beberapa pembatasan atau yang kurang membuat Qlapa menarik penjual dan pembeli antara lain, Pertama potonga 20% dari setiap item penjualan.

Jadi, Qlapa akan mengambil royalti sebesar 20% dari harga barang terjual. Saat bergabung pertama kali, potongan hanya 10%, tetapi lambat laun dinaikkin.

Alasan mereka menetapkan biaya 20% dari setiap transaksi untuk keperluan promosi, servis, dan lain-lain.

Beberapa penjual sempat merasakan keberatan terhadap kebijakan tersebut.

Kedua, pembeli dan penjual tidak diizinkan berkomunikasi. Jadi, semua transaksi harus lewat admin Qlapa.

Hal itu dilakukan karena Qlapa khawatir penjual dan pembeli melakukan transaksi di luar platform. Sayangnya, hal itu membuat komunitas antara penjual dan pembeli tidak terbentuk.

Ketiga, kualitas produk yang dijual harus sama. Di sini, banyak perajin yang kesulitan.

Pasalnya, beberapa produk hasil kerajinan tangan memiliki kualitas yang berbeda. Alhasil, perajin yang menghasilkan produk berbeda kualitas dikeluarkan dari komunitas Qlapa.

Keempat, harga produk mahal. Wajar memang harga barang buatan tangan mahal, tetapi dari situ juga membuat Qlapa sulit mengembangkan pasarnya.

Memang, jika ingin maju tampaknya Qlapa harus membakar uang yang lebih besar lagi.

Namun, tampaknya Qlapa tidak memperoleh kepercayaan untuk mendapatkan pendanaan seri B dari investor. Untuk itu, dia sulit mengembangkan pasarnya.

Sebenarnya, skema Qlapa milirp dengan Etsy.com yang menjual produk kerajinan tangan.

Perbedaannya, Etsy mengincar pasar global sehingga pasar yang ditangkap lebih besar.

Nah, kita tinggal tunggu saja apakah Bekraf bakal jadi penyelamat Qlapa yang sudah memutuskan gulung tikar?