suku bunga bank indonesia

Bank Indonesia selalu mengumumkan kebijakan suku bunga acuannya setiap sebulan sekali. Apa sih pengaruhnya suku bunga Bank Indonesia terhadap hidup kita?

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) saat ini adalah reverse repo 7 hari atau 7 days reverse repo rate (7DRRR). Kelompok orang yang heboh dengan kebijakan bank sentral biasanya adalah para pengusaha besar maupun investor.

Lalu, apakah suku bunga acuan bank sentral itu bisa memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat biasa?

Suku bunga acuan BI bisa memberikan dampak positif atau negatif kepada masyarakat. Tergantung dilihat dari sisi mananya.

Dampak Suku Bunga Bank Indonesia dari Sisi Deposan atau Investor SBR/Sukuk Tabungan

Misalnya, kamu seorang deposan [nasabah yang menyimpan uang di deposito bank], kenaikan suku bunga acuan BI akan menjadi berkah.

Soalnya, kenaikan suku bunga BI berarti bakal mengerek naik suku bunga deposito.

Deposito tenor 1 bulan akan merasakan dampak kenaikan suku bunga yang paling cepat.

Namun, penurunan suku bunga bank sentral berarti menjadi penekan tingkat imbal hasil di deposito bank.

Biasanya, transisi suku bunga deposito merespons perubahan suku bunga acuan memakan waktu 1 bulan sampai 3 bulan.

BACA JUGA : Ini Tips Kombinasi Deposito Bank dengan Saham

Selain deposan, investor di saving bond ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan juga akan terpengaruh kebijakan bunga acuan BI.

Pasalnya, ketentuan imbal hasil produk SBR dan Sukuk Tabungan adalah mengambang atau floating dengan batas minimal. Jadi, ketika suku bunga BI naik berarti imbal hasil SBR atau Sukuk Tabungan juga naik.

Begitu juga sebaliknya, ketika suku bunga BI turun, imbal hasil juga susut hingga batas minimal.

Dampak Suku Bunga Bank Indonesia Kepada Debitur KPR/KKB

Selain para penyimpan uang, suku bunga BI juga memberikan pengaruh kepada para debitur [nasabah yang meminjam uang dari bank].

Kenaikan suku bunga membuat para debitur kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit kendaraan bermotor (KKB) resah. Pasalnya, kenaikan bunga acuan berarti mendongkrak suku bunga kredit mengambang KPR atau KKB.

Berarti cicilan bisa bertambah nilainya.

Sebaliknya, penurunan suku bunga acuan BI membuat tingkat bunga kredit bakal turun.

Menariknya, masa transisi penurunan suku bunga kredit ketika bunga acuan BI turun akan lebih lama ketimbang transisi kenaikannya.

Hal ini menjadi yang bahasan rutin ketika suku bunga acuan BI berada di level 4,25%. Tingkat bunga kredit termasuk floating KPR sulit tembus di bawah 10%.

Sampai hasil rapat dewan gubernur BI yang terakhir, tingkat suku bunga acuan BI berada di level 6%. Sepanjang 2018, suku bunga BI sudah naik 1,75%.

Penyebabnya adalah kondisi global dan tingkat kenaikan suku bunga Federal Reserve (the Fed), bank sentral Amerika Serikat, yang sangat agresif.

Namun, tahun ini the Fed akan lebih kalem dalam menaikkan suku bunganya. Hal itu berarti tingkat suku bunga BI akan bertahan pada level saat ini.